Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Pemerintah Rancang Protokol Vaksinasi Covid-19

Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, mengatakan pemerintah sedang mencari cara menghindari kerumunan saat proses vaksinasi Covid-19.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan pemerintah sedang mencari cara agar tidak ada kerumunan saat proses vaksinasi Covid-19.

Moeldoko mengatakan penentuan lokasi vaksinasi di daerah sangat penting. Sebab vaksinasi akan diikuti oleh banyak orang dalam waktu bersamaan.

"Ini kan orang berdatangan membutuhkan waktu 30 menit, terus ditaruh di mana? Yang lain antre bagaimana? Flow in and out (alur keluar-masuk) itu masih ditata dengan baik," kata Moeldoko dalam rekaman suara yang diterima, Senin (4/1).

Moeldoko mengatakan ada opsi melakukan vaksinasi di Puskesmas. Namun, pemerintah masih mengkaji apakah luas ruangan di setiap Puskesmas bisa menampung warga yang mengantre vaksinasi.

Selain soal lokasi vaksinasi, pemerintah juga mematangkan lokasi penyimpanan vaksin. Begitu pula soal distribusi vaksin yang harus menerapkan disiplin tinggi.

Di luar dua hal itu, kata Moeldoko, telah selesai disiapkan oleh pemerintah. Ia berkata proses vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada bulan ini secara bertahap.

"Konsultasi saya dengan BPOM ancang-ancangnya itu antara pertengahan Januari sampai dengan minggu ketiga Januari," tuturnya.

Indonesia memilih vaksinasi sebagai opsi mengatasi pandemi Covid-19. Pemerintah menargetkan 181 juta orang divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sebanyak 426 juta dosis vaksin akan didatangkan dari berbagai perusahaan internasional. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut proses vaksinasi akan berjalan sekitar 3,5 tahun.

Contact us