Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Duka Menag Untuk Ali Jaber: Jasa Almarhum Besar Dalam Dakwah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas turut bersaksi bahwa Ali Jaber merupakan pendakwah yang getol mengimbau protokol kesehatan di tengah pandemi covid.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan duka atas wafatnya pendakwah kondang, Syekh Ali Jaber di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta, Kamis (14/1) sekitar pukul 8.30 WIB.

Yaqut berdoa semoga almarhum mendapat rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah Swt. Dia mengungkapkan, Ali Jaber memiliki jasa besar dalam berdakwah di Tanah Air.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita sangat berduka atas wafatnya Syekh Ali Jaber. Jasa almarhum sangat besar dalam dakwah di Indonesia. Semoga almarhum senantiasa mendapat rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah," ujar Yaqut dalam keterangannya, Kamis (14/1).

Yaqut mengungkapkan, perginya ulama merupakan kehilangan bagi bangsa Indonesia. Menurut dia, ulama adalah panutan umat dan tempat belajar agama bagi umat Islam.

"Selama ini, almarhum juga terus mengedukasi umat tentang pencegahan Covid-19," ujar Panglima Banser itu.

Ali Jaber merupakan ulama kelahiran Madinah Arab Saudi. Sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sosoknya mulai kerap muncul di layar televisi terutama di bukan Ramadhan.

Pada 2011, Jaber sempat mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di waktu yang bersamaan, ia kemudian mendapat hak menjadi kewarganegaraan Indonesia.

Ali Jaber meninggal usai beberapa hari sebelumnya mendapat perawatan intensif karena dinyatakan positif Covid-19. Namun, kerabat Ali, Yusuf Mansyur memastikan Ali telah dinyatakan negatif saat meninggal.

"Jadi Covid-nya mah sudah tidak ada. Tapi sudah terlanjur menyerang ke paru-paru dan lain sebagainya. Jadi saat wafat sudah dinyatakan negatif Covid-19," tuturnya saat menyambangi RS Yarsi.

Contact us